tanpa judul

tanpa judul

28.2.11

gambaran masa depan

saya hidup bersama sebuah keluarga kecil yang boleh disebut sebagai keluarga berencana (Bapak,Ibu, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan). keluarga kami hidup dengan bahagia, walaupun kesederhanaan meliputi keseharian kami. bapak dan ibu mendidik kami menjadi anak yang tidak tergantung pada uang, suatu waktu ia berkata "kalau ada ya dibeli tapi kalau tidak ada kan bisa puasa." entah mengapa kata-kata itu selalu melekat dipikiran saya, sehingga saya tidak terlalu bersifat konsumtif. mereka memberi kebebasan pada kami dalam menjalani kehidupan, contohnya dalam hal pendidikan. bapak yang notabene adalah seorang guru tentu tau pasti bagaimana cara mendidik anaknya dengan benar. mereka tidak pernah memaksa kami belajar atau bahkan menyita gadget kami disaat sedang menghadapi ujian, menurutnya apabila kami tidak belajar maka yang akan rugi adalah diri kami sendiri bukan diri bapak ataupun ibu.
keseharian kami penuh dengan humor, tidak jarang saya meledek bapak dan ibu dan begitu pula sebaliknya. ketika bapak telah tiada rumah kami terasa sepi, tidak ada lagi sosok yang selalu berkata "dede, bapak pulang bawa makanan banyak loh!" atau kata-kata yang bertujuan untuk menggoda kakak saya "kakak mirip narji yah de." haha, hal tersebut selalu membuat saya tertawa ketika mengingatnya. rumahpun semakin sepi ketika saya memutuskan untuk melanjutkan studi di Universitas Padjadjaran, tidak tega memang untuk meninggalkan ibu saya berdua dengan kakak. terlebih lagi kakak saya adalah tipe anak laki-laki yang suka keluar rumah untuk bermain bersama temannya. disaat sedang iseng ibu selalu menelpon saya, bisa sampai sepuluh kali dalam sehari ibu menelpon saya. jelas sekali bahwa ia sangat membutuhkan teman ngobrol. disaat ia sedang memakan makanan kegemaran saya dia pun teringat saya dan langsung menelpon saya, terkadang ia juga suka menelpon ketika ada suatu berita yang menurutnya harus saya ketahui sebagai informasi agar saya waspada. ketika saya sakit ibu lebih sering lagi menelpon, bisa hampir setiap beberapa jam sekali ia menelpon saya. saya sangat terharu ketika dia menelpon saya dan saya mencoba meyakinkannya bahwa saya baik-baik saja. yah, begitulah ibu. hampir setiap ibu selalu melakukan hal yang sama untuk anaknya.
perhatian dan kasih sayang yang diberikan mereka kepada saya membuat saya tidak enak hati. tidak enak karena saya belum bisa membalas itu semua dengan membahagiakan mereka. saya hanya ingin suatu hari nanti mengenakan toga bersama seluruh teman seangkatan saya di graha sanusi dan ibu tersenyum bangga sambil berkata "terimakasih anakku engkau telah berhasil melepaskan satu beban ibu, yaitu memberikan pendidikan yang layak untuk mu." membayangkannya saja saya sudah tersenyum lebar. tak lupa saya pun akan mendatangi makam bapak sambil berkata dipusarannya "hai pak, dede udah lulus jadi sarjana. jadi sekarang bukan dede lagi dong panggilannya." hehe. kalau ia masih hidup, pasti moment itu akan terasa lebih bahagia nanti. apalagi ketika nanti saya akan menikah, membayangkannya saja dada saya sudah sesak menahan tangis, terlebih ketika saya akan benar-benar mengalaminya. yaah, itu semua hanya sebuah gambaran dimasa depan, dimana saya akan berusaha membuat keluarga kecil saya tersenyum bangga dan saya akan memperbaiki nasib keluarga ini. yeah, I hope so.

21.2.11

terimakasih atas karunia-Mu

memiliki keluarga, sahabat, teman, dan musuh adalah hal-hal yang paling membahagiakan yang kita miliki selama hidup. kita tidak akan pernah tau apakah kita masih akan bertemu mereka dikehidupan yang lain.

kaki tak lebih rendah dari kepala

sore itu saya berjalan menyusuri etalase toko di sebuah mall, toko-toko tersebut menjual beraneka ragam barang dan jenis. ramai riuh disana. saya berjalan dengan santainya diantara keriuhan, tiba-tiba saya tertegun ketika melewati toko yang didalamnya terdapat susunan sepatu yang terpajang rapi. anganpun memulai hayalnya, benak ini mengaggap bahwa tak ada bedanya sepatu tersebut dengan wanita. mereka indah, mereka anggun, mereka mahal, tidak sembarang orang yang dapat memilkinya. hanya orang-orang yang mempunyai cukup uang dan size serta tipe yang sesuai dengan kehendak hati yang dapat memiliki salah satu diantara mereka. meskipun mereka dipakai oleh kaki yang letaknya lebih rendah dari kepala, namun mereka tidak serendah yang tergambarkan. mereka dapat memberikan kenyamanan saat berjalan, mereka dapat melindungi kaki dari hal-hal yg berbahaya, mereka dapat memberikan keindahan pada kaki yang menggunakannya. sepatu akan terlihat lebih indah apabila ia diajak untuk melangkah ke tempat-tempat yang indah dan bermanfaat. sepatu tersebut akan menyimpan semua hal menarik, pengalaman dan berbagai memori yang indah selama kamu melangkah di jalan yang benar.

18.2.11

mimpi berarti segalanya?

kurang lebih empat tahun yang lalu gue pernah ngalamin hal ini, dan sekarang hal itu datang lagi. pada suatu malam dihari yang ke 1460 lalu, gue tertidur lelap dan mengalami suatu hal yang disebut mimpi. mimpi itu menggambarkan suatu hal yang akan terjadi sama bapak gue, dalam keadaan itu digambarkan ia akan meninggal tepat di ulang tahunnya yang ke 47tahun. disaat gue beranjak dari lelapnya mimpi itu , air matapun sudah membasahi wajah. setahun berlalu setelah mimpi itu semuapun baik-baik saja, sampai akhirnya tepat pada tanggal 11 Januari 2008 ia pun meninggal tepat pada umur yang ke-47thn akibat kecelakaan. tiba-tiba, pagi ini gue terbangun oleh sebuah kejadian alam bawah sadar yang sama. kali ini tentang kakak gue, didalam mimpi itu tergambar hal yang sama dan pada hari ulang tahunnya juga. gue berharap hanya sekali mimpi itu benar, gue ga mau ada lagi yang berkurang dari keluarga gue. 
ya Allah, saya menyerahkan semuanya pada-Mu. saya harap engkau senantiasa memberikan perlindungan bagi keluarga saya dan menjauhkan segala hal yang akan menimbulkan kesedihan bagi kami. amin

terkena virus 'sukazakii'

Dikutip dari situs Fakultas Pertanian IPB, Enterobacter sakazakii (dibaca: enterobakter sakazaki-ai) merupakan salah satu patogen gram negatif yang sangat mematikan pada bayi baru lahir, usia 0-6 bulan. Sementara bakteri Sakazakii merupakan ancaman bagi bayi berusia 6-12 bulan.

nah, itu adalah hal yang lagi nge-hits di Indonesia. ibu-ibu lagi pada khawatir soal susu formula yang mengandung bakteri sakazakii. beda hal sama gue, ibu-ibu lagi repot ngurusin sakazakii sedangkan gue lagi sibuk ngurusin virus 'sukazaki.' yaah,hal tersebut cuma gue dan teman-teman kuliah gue yang ngerti.yup,virus itu bahaya banget bagi bayi dan tentunya virus itu juga bahaya banget bagi gue, karena virus itu sudah mulai menggerogoti pikiran gue. supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tolong untuk segera dicarikan penawarnya! \(*__*)/