keluarga itu seperti perangko dengan amplop. ibarat surat yang mau dikirim, amplop membutuhkan perangko sebagai tanda yang juga berperan sebagai ongkos kirim. antara perangko dan amplop ada satu alat yang juga sangat berperan penting, yaitu lem. lem tersebut digunakan untuk merekatkan keduanya. sebenarnya banyak alat yang dapat digunakan untuk merekatkan keduanya, seperti nasi dan air liur, tapi biar lebih intelek maka kita gunakan saja lem.
kenapa saya mengatakan 'keluarga seperti perangko dan amplop?'
mari kita ibaratkan saja satu keluarga inti adalah perangko dan keluarga inti lainnya adalah amplop dan lem adalah kesatuan dari semua keluarga atau yang sering kita sebut keluarga besar. keduanya saling berhubungan. setiap orang di pelosok daerah manapun pasti mengetahui hal itu. suatu keluarga membutuhkan keluarga besar untuk menemaninya dalam suka dan duka. yah, sama saja seperti amplop tanpa perangko, apabila kita mau mengirim surat tapi amplop tersebut tidak ada perangko maka surat itu pun tidak dapat terkirim. bayangkan apa yang akan terjadi pada suatu keluarga besar apabila ia tidak terdiri dari beberapa keluarga inti. keluarga tersebut tentu saja tidak dapat lagi dikatakan sebagai keluarga besar, bahkan bisa saja tidak dapat lagi dikatakan berhubungan saudara.berkaitan erat memang hubungan perumpamaan ini.lem yang kita ibaratkan sebagai keluarga besar merupakan alat pemersatu antara satu keluarga inti dengan keluarga inti lainnya. apabila kita tidak menggunakan lem tersebut maka kita tidak dapat merekatkan kedua hal tersebut.