tanpa judul

tanpa judul

17.9.10

ijo primata

akhir-akhir ini gue lebih suka menyebut nama orang ini dengan sebutan 'ijo primata'. hehe, maaf ya. :D
haha, kalo inget dia gue inget bgt sama jaman-jamannya smp. jaman masih pake putih biru, jaman masih belom ada beban masalah yg sebanyak skrg, pokoknya masih jaman seneng-seneng lah. si primata ini mulai ngisi hari gue pas kelas 3 smp. haha,biasa monyet baru pada kasmaran. :D
awal ketertarikannya karena ngeliat gue nangis. *sumpah ga keren abis pas gue nangis, tapi ga tau kenapa gara-gara itu dia jadi suka. awalnya gue sama sekali ga tau kalo dia suka, tapi suatu ketika ada sahabat gue yg berkata 'ta, ada org yg syg sama lu dan dia akan bahagia ngeliat lu jadian sama siapapun'. *langsung melted2 gitu gue. :D
karena waktu itu gue masih awam bgt sama hal kaya begitu, langsunglah saya termakan omongan tersebut, jalan hampir 2minggu ga tau kenapa gue ngerasa males aja dgn semua itu, bukan karena gue bosen atau apa tapi emang sebenernya gue belom kepikiran sama hal2 kaya gitu, jadilah saya menyudahi semua itu.
terus pas sma kita misah sekolah, gue jln dgn yg lain dan dia juga. tapi gue ga lepas komunikasi sama dia, malah gue lebih intens komunikasi sama dia dibandingkan dgn org yg sdg bersama gue, sampai pada akhirnya gue memilih kembali sama dia dan ninggalin yg gue punya. *jahat juga ternyata*
awalnya semua berjalan baik bgt, sampe gue ngerasa 'THANKS GOD YOU GIVE ME HIM', tapi tiba2 semuanya berubah tanpa sebab yg jelas, dan gue cuma tau satu kalimat yaitu 'PASIF dan MONOTON' ternyata itu semua yg menyebabkan semuanya berubah dan ga ada komunikasi lagi sampe sekarang. 'but he remains the most beautiful gift I've ever had'

still a friend of mine




Dari sejak lahir sampai sekarang sudah beranjak dewasa gue ga pernah bisa jauh dari kehidupan sosial, gue selalu menghargai arti penting kehadiran mereka. Mereka yang selalu ada buat gue, walau kadang nyebelin tapi tetap membekas dihati. Awal punya temen di tingkat taman kanak-kanak pasti ga begitu ingat, soalnya pas tk kita temenan karena faktor orangtua kita yang deket sama orang tuanya seseorang terus anaknya juga jadi temenan. Beda sama pas sekolah dasar, kita udah mulai bersosialisasi sendiri tanpa bantuan orang tua, tapi masih banyak juga sih yang bawa-bawa orangtuanya, biasalah orangtua yang pada caper sama guru biar anaknya pada dapet ranking. Tapi Alhamdulillah gue punya orangtua yang ga pernah mendidik gue dari kecil kaya gitu, sehingga semua yang gue dapetin sekarang murni hasil usaha sendiri. Lanjut ke sekolah menengah pertama kita udah makin tau mana orang yang emang care sama kita atau yang cuma manfaatin kita buat tugas-tugas, dan bersyukur banget gue dapetin atika darety puspitasari, pratiwi witjaksono, dan marlin dwi putranti. Mereka available banget sampai detik ini. Lulus dari situ gue pun lanjut ke sekolah menengah atas, disini orang yang gue temuin lebih beragam lagi. Awal masuk ke sekolah tersebut gue kurang nyaman, karena tu sekolah bukan inceran gue dari awal, tapi seiring waktu berjalan malah betah banget di sekolah tersebut. Di sma lebih banyak anak-anak yang ber-GENK. Gue juga sih, tapi gue bukan termasuk dalam genk anak-anak populer. Gue ketemu sama 12 orang yang unik dan ngebahagiain banget pas di sma, kita semua udah seperti keluarga, udah ga canggung lagi satu sama lain, malah ada yang pacaran gara-gara pertemanan kita. Ngomongin temen jadi pacar gue juga sempet hampir ngalamin, tapi gue lebih milih kita sebagai sahabat, karena jadi sahabatan enak banget kita bisa ngapain aja tanpa ada ikatan status, sorry ya gue ga maksud bilang bahwa temen jadi pacar itu ga baik, tapi setiap orang punya pendirian masing-masing dan gue ngerasa kalo gue sih ga bisa, tapi bagi mereka yang mampu menjalaninya gue pasti mendoakan kalian. Balik lagi kekisah pertemenan gue pas sma, kita dipertemukan sejak masuk di 11 ips 4 terus berlanjut dan meluas pas kita ikut bimbingan belajar. Dan mereka adalah anggun dwi awps, dea anggraini, fanny febriyanti putri, dendy usmani, finsa azmal isfakhan, miqdad ali akbar, oki abdul hm, kala wedatama, rizaldi adam, dimas dwi adrianto, egga gilang budiono, dan Muhammad fajri gumilang, and we are DWH. Hahaha
Gue bener-bener nemuin arti penting dari sahabat karena mereka, sahabat itu walaupun udah dibuat kesel sampe ngambek sama temennya tapi tetep temenan juga, nah itulah DWH. Isinya orang iseng semua, tiap belajar dibimbingan belajar malah maen uno dibelakang, jarang banget dengerin guru ngejelasin, tapi semoga kita jadi orang sukses. Amin
Orang yang paling penting dalam kisah pertemenan DWH selain kita para anggotanya juga ada orang dibalik layarnya, dan itu adalah om usmani dan tante dewany, mereka baik banget dan berkontribusi besar bagi DWH. Soalnya kita ga bakal jalan-jalan kalo ga ada mereka. Hehe, MAKASIH BANYAK YA OM dan TANTE. Lovekisshugpoke.
Lanjut ke kuliah, gue baru sih ya jadi anak kuliahan jadi belom banyak ceritanya. Sekilas aja ya, gue temenan sama taty yuniarti. Haha, dia setipe banget sama gue, mulai dari becandaan sampe tipe cowo. Udah ah ga usah dilanjutin, langsung skip aja ya. :D

would you know my name if i saw you in heaven

Ketika hubungan antara manusia yang masih hidup harus terputus oleh sebuah ajal, tidak ada satu pun yang dapat mencegahnya. Semua terjadi begitu cepat, seperti telah diatur oleh sebuah skenario. Scenario sebuah film yang sengaja diatur sad ending, kita tidak bisa mengubahnya agar menjadi happy ending atau open ending , semua hal tersebut telah diatur oleh seorang sutradara yang tidak ada tandingannya dari seorang sutradara yang mendapatkan piala Oscar sekali pun. Seperti alur sebuah sinetron yang tidak bisa kita tebak alur ceritanya. Namun semua itu telah diatur oleh sebuah takdir yang maha kuasa. Sedih pasti ketika hal tersebut terjadi pada kita, setiap manusia harus siap menghadapinya, karena setiap mereka yang hidup pasti akan kembali kepada-NYA. Namun, bagaimana cara kita dapat melanjutkan komunikasi kepada seseorang yang telah mendahului kita? Bahkan kita pun tidak yakin dapat bertemu mereka kembali disana, seandainya kita bertemu apakah dia masih ingat diri kita, nama kita, dan semua yang telah kita lewati bersama dialam dunia. Terkadang mereka menghampiri kita melalui sebuah mimpi, mimpi yang membuat kita berfikir antara nyata atau tidak, mimpi yang membuat kita teringat kembali semua hal tentangnya. Mimpi itu datang tiba-tiba, datang disaat kita tidak sedang memikirnya, namun dari mimpi tersebut juga dapat mengobati kerinduan kita kepadanya. Rasa bingung selalu menghampiri setelah kita terbangun dari mimpi tersebut, bingung karena kita tidak tahu maksud dari mimpi itu dan bingung apakah orang yang ada dimimpi itu adalah benar orang yang benar-benar kita rindu atau hanya sekedar bunga mimpi biasa. Semua hal tersebut membuat kita menjadi gila apabila terus-menerus memikirkannya, yang dapat kita lakukan hanya berdoa agar suatu saat nanti kita dapat dipertemukan kembali seperti dibumi.

anak yang menginginkan permen

Setiap anak pasti suka dengan permen, dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan permen yang diinginkannya. Namun, tidak semua anak dapat dengan mudah mendapatkan permen yang ia inginkan. Ketika mereka datang kesebuah pasar swalayan sebagian besar dari mereka akan tertuju pada jajaran permen dan cokelat yang terpampang di rak-rak swalayan. Ada yang dengan mudah bisa mendapatkan permen yang mereka inginkan, namun ada juga yang harus merengek terlebih dahulu untuk mendapatkan permen yang diinginkannya. Anak yang dengan mudah mendapatkan permen mereka tidak akan pernah tau betapa berartinya dapat merasakan manisnya gula dan harumnya aroma berbagai jenis rasa yang terdapat dalam permen, permen hanya cemilan atau mungkin sekedar makanan penutup bagi mereka. Akan tetapi bagi anak yang sulit memperoleh sebuah permen mereka akan lebih menghargai arti dari sebuah permen yang mereka miliki, walaupun hanya satu buah permen bisa saja mereka segan untuk memakannya, mereka cenderung akan menyimpannya sampai suatu saat ia benar-benar merasa menginginkannya. Karena mereka sadar akan pengorbanan mereka mendapatkannya, mereka harus sembunyi-sembunyi mengambil permen yang ada di lemari es, atau mungkin mereka akan meminta permen milik temannya, namun mereka juga tidak segan untuk merengek dan menangis kejar agar diberikan sebuah permen oleh orang tuanya. Setiap orang tua pasti memiliki alasan untuk tidak memberikan anaknya permen, diantaranya karena mereka tidak ingin gigi anak mereka rusak, maka dari itu mereka membatasi konsumsi permen untuk anaknya.

Sebenarnya kisah seorang anak yang ingin mendapatkan permen sama seperti seorang anak yang menginginkan cinta. Sebagian orang dapat dengan mudah merasakan manisnya cinta yang kita ibaratkan seperti manisnya permen, namun sebagian lagi harus rela berkorban mendapatkannya. Orang yang dengan mudah mendapatkan seseorang yang diinginkannya, terkadang mereka sombong dan tidak tau betapa pentingnya orang tersebut bagi mereka. Berbeda dengan mereka yang berjuang mendapatkannya, mereka akan menjaga dan lebih menyadari arti penting seseorang, karena mereka takut kehilangannya dan merasa sulit mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari semua yang telah mereka miliki.begitu pula kekhawatiran orang tua ketika anaknya berlebihan mengkonsumsi permen sama seperti kekhawatiran mereka ketika anaknya berlebihan dalam memandang arti dari sebuah cinta. Kita dapat mengibaratkan cinta seperti sebuah permen, karena banyak orang yang ingin merasakan manisnya tapi tidak mengetahui efek dari rasa manis yang mereka rasakan.