tanpa judul
17.9.10
would you know my name if i saw you in heaven
Ketika hubungan antara manusia yang masih hidup harus terputus oleh sebuah ajal, tidak ada satu pun yang dapat mencegahnya. Semua terjadi begitu cepat, seperti telah diatur oleh sebuah skenario. Scenario sebuah film yang sengaja diatur sad ending, kita tidak bisa mengubahnya agar menjadi happy ending atau open ending , semua hal tersebut telah diatur oleh seorang sutradara yang tidak ada tandingannya dari seorang sutradara yang mendapatkan piala Oscar sekali pun. Seperti alur sebuah sinetron yang tidak bisa kita tebak alur ceritanya. Namun semua itu telah diatur oleh sebuah takdir yang maha kuasa. Sedih pasti ketika hal tersebut terjadi pada kita, setiap manusia harus siap menghadapinya, karena setiap mereka yang hidup pasti akan kembali kepada-NYA. Namun, bagaimana cara kita dapat melanjutkan komunikasi kepada seseorang yang telah mendahului kita? Bahkan kita pun tidak yakin dapat bertemu mereka kembali disana, seandainya kita bertemu apakah dia masih ingat diri kita, nama kita, dan semua yang telah kita lewati bersama dialam dunia. Terkadang mereka menghampiri kita melalui sebuah mimpi, mimpi yang membuat kita berfikir antara nyata atau tidak, mimpi yang membuat kita teringat kembali semua hal tentangnya. Mimpi itu datang tiba-tiba, datang disaat kita tidak sedang memikirnya, namun dari mimpi tersebut juga dapat mengobati kerinduan kita kepadanya. Rasa bingung selalu menghampiri setelah kita terbangun dari mimpi tersebut, bingung karena kita tidak tahu maksud dari mimpi itu dan bingung apakah orang yang ada dimimpi itu adalah benar orang yang benar-benar kita rindu atau hanya sekedar bunga mimpi biasa. Semua hal tersebut membuat kita menjadi gila apabila terus-menerus memikirkannya, yang dapat kita lakukan hanya berdoa agar suatu saat nanti kita dapat dipertemukan kembali seperti dibumi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar