tanpa judul

tanpa judul

17.9.10

anak yang menginginkan permen

Setiap anak pasti suka dengan permen, dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan permen yang diinginkannya. Namun, tidak semua anak dapat dengan mudah mendapatkan permen yang ia inginkan. Ketika mereka datang kesebuah pasar swalayan sebagian besar dari mereka akan tertuju pada jajaran permen dan cokelat yang terpampang di rak-rak swalayan. Ada yang dengan mudah bisa mendapatkan permen yang mereka inginkan, namun ada juga yang harus merengek terlebih dahulu untuk mendapatkan permen yang diinginkannya. Anak yang dengan mudah mendapatkan permen mereka tidak akan pernah tau betapa berartinya dapat merasakan manisnya gula dan harumnya aroma berbagai jenis rasa yang terdapat dalam permen, permen hanya cemilan atau mungkin sekedar makanan penutup bagi mereka. Akan tetapi bagi anak yang sulit memperoleh sebuah permen mereka akan lebih menghargai arti dari sebuah permen yang mereka miliki, walaupun hanya satu buah permen bisa saja mereka segan untuk memakannya, mereka cenderung akan menyimpannya sampai suatu saat ia benar-benar merasa menginginkannya. Karena mereka sadar akan pengorbanan mereka mendapatkannya, mereka harus sembunyi-sembunyi mengambil permen yang ada di lemari es, atau mungkin mereka akan meminta permen milik temannya, namun mereka juga tidak segan untuk merengek dan menangis kejar agar diberikan sebuah permen oleh orang tuanya. Setiap orang tua pasti memiliki alasan untuk tidak memberikan anaknya permen, diantaranya karena mereka tidak ingin gigi anak mereka rusak, maka dari itu mereka membatasi konsumsi permen untuk anaknya.

Sebenarnya kisah seorang anak yang ingin mendapatkan permen sama seperti seorang anak yang menginginkan cinta. Sebagian orang dapat dengan mudah merasakan manisnya cinta yang kita ibaratkan seperti manisnya permen, namun sebagian lagi harus rela berkorban mendapatkannya. Orang yang dengan mudah mendapatkan seseorang yang diinginkannya, terkadang mereka sombong dan tidak tau betapa pentingnya orang tersebut bagi mereka. Berbeda dengan mereka yang berjuang mendapatkannya, mereka akan menjaga dan lebih menyadari arti penting seseorang, karena mereka takut kehilangannya dan merasa sulit mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari semua yang telah mereka miliki.begitu pula kekhawatiran orang tua ketika anaknya berlebihan mengkonsumsi permen sama seperti kekhawatiran mereka ketika anaknya berlebihan dalam memandang arti dari sebuah cinta. Kita dapat mengibaratkan cinta seperti sebuah permen, karena banyak orang yang ingin merasakan manisnya tapi tidak mengetahui efek dari rasa manis yang mereka rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar