tanpa judul

tanpa judul

12.10.11

want you to know

*terdengar alunan lagu want you to know disertai lampu berwarna ungu yang menyala berkelap-kelip*

Ia hanya menoleh, seakan tau apa yang selanjutnya akan terjadi. Kemudian ia mendekati sumber suara itu dengan raut muka yang datar, lingkaran hitam terlukis jelas di kantung matanya bagaikan mata panda.. "waalaikumsalam, udah, sama tempe penyet, sendiri, di kosan." Ia menjawab pertanyaan disana seperti suara operator telepon yang telah terprogram dengan baik. Sementara di seberang sana terdengar suara lirih wanita paruh baya, suara itu seakan mewakilkan seberapa besar rasa rindunya. Ah, andai saja aku disana, di kota yang penuh dengan lalu-lalang orang ketika jam masuk pabrik dan usai pabrik. Aku pasti sudah bisa menciumnya, memeluknya, menghirup aroma tubuhnya, mendengar ceritanya, dan tidak membiarkannya sendiri. "kamu sendiri? emang temen-temen kamu pada kemana?" kembali suara itu terdengar. " iya, yang lain masih di kampus jadi.." "eh, kaka kamu tuh, ibu capek sama dia, capek bilanginnya, suara ibu sampai parau bicara sama dia, tenggorokan ibu sakit, badan ibu kurus kering, bisa-bisa nanti ibu mati berdiri nih gara-gara dia, dia ada tapi seakan gak pernah ada."

ah, andai saja dia masih ada, masih nampak, masih teraba, masih terendus, masih terdengar, masih sama ketika bibir ini bisa bergerak simetris di wajah semua orang, dan masih.. 

"eh, kamu masih dengerin kan? eh, yaudah deh kamu istirahat aja, nanti ditelepon lagi." Ia kembali membaringkan badannya di sebuah kasur yang terdapat noda tumpahan air di seprei, menarik bantal, menutupi mukanya, memeluk guling, ya karena hanya itu yang bisa ia peluk saat jauh dari mereka. Eh bapak, apa kabar? Udah lama gak ketemu. Tangan rapuhnya menarik kedua tangan besar dan memeluk erat tubuh gempal itu. Hangat, kehangatan itu masuk melalui pori-pori tubuhnya, meresap sampai ke dalam hati. Oh iya kenalin, dia selalu nemenin aku, dia baik, dia selalu ngelindungin aku, dia selalu buat aku tertawa, sama seperti yang selalu bapak lakukan. 
*Want you to know you make me happy~* "hmm, hallo." "eh kamu lagi tidur ya, yaudah lanjutin lagi aja tidurnya, ibu cuma iseng." tut-tut-tut~
Ia terbangun masih dengan raut muka yang sama dan mengingat kejadiaan yang baru saja ia alami,tadi aku bertemu dengan dua pria, keduanya sangat aku sayangi, dimana satu diantara mereka telah diambil oleh pemilik-Nya dan satunya lagi akan segera diberikan oleh pemilik-Nya.

9.10.11

sombong itu aku

Aku itu sombong. Ya, aku sombong bagaikan seorang bocah yang baru bisa berjalan dan ingin pamer. Aku selalu mengajak kedua kaki ini untuk bergerak, aku tidak pernah merasakan letih, aku bahkan selalu memaksa kaki ini untuk berlari, berlari cepat melebihi apa yang aku mampu.

Aku sadar, sadar bahwa sebenarnya untuk berjalan pun aku masih tertatih, masih meraba, masih butuh penopang, dan tak jarang aku pun masih merangkak.

Namun, peduli apa aku tentang diriku, diriku yang mereka bilang. Diriku yang tak beda dengan seekor katak yang berharap berubah menjadi putri. Ya, setidaknya seorang putri dalam benak ku yang kian hari semakin sesak dipadati oleh impian.

6.10.11

Hilang, dihilangkan dan mencoba untuk menghilangkan

Entah apa yang terjadi dengan bulan ini, yang pasti awal bulan ini telah dimulai dengan hal-hal konyol yang cukup menghibur. Yah, menghibur setidaknya cukup untuk gue. Hari itu gue bangun sekitar jam tujuh sementara perkuliahan akan dimulai jam 1/2 8, panik, karena buat mandi butuh waktu paling cepat 15 menit, belom lagi bikin sarapan, nyiapin hal ini-itu, dan mendaki gunung untuk nyampe kampus, sampe akhirnya gue memutuskan untuk mandi alakadarnya (basahin badan 1 kali, sikat gigi, cuci muka, keramas poninya doang). Puji Allah, kuliah pun selesai, pas mau balik tiba-tiba ada temen yang ngajakin ngambil potokopian tugas, sampailah kami di potokopian negara tetangga. Semua berjalan biasa aja kaya orang kebanyakan yang lagi nungguin kertas potokopian selesai dipotokopi, sampai akhirnya datang seorang yang ga asing lagi menurut gue, entah harus seneng atau sedih. Seneng karena ga nyangka bisa ketemu orang itu di tempat yang se-sempit itu yang memungkinkan jarak diantara kita pun semakin sempit dan sedih karena tempat sempit itu ternyata tidak memberikan kesempatan kepada jarak untuk mempersempit batasannya. *tsaaah* Mencoba untuk bersikap sebiasa mungkin ternyata emang susah banget, rasanya kaya di depan lo ada orang ngasih sepiring nasi goreng spesial+ati ayam+telor mata sapi, tapi lo baru nyadar pas mau ngambil itu ternyata depan lo jurang yang dalem, nah jadi serba salah kan mau terus maju dan jatoh apa diam di tempat tapi ngiler ngeliat makanan itu. Bodohnya tanpa sengaja kita bertemu lagi, kali ini di ruangan yang agak besar, yah ruangan itu tentunya juga memperbesar jarak kita dan memperbesar angan gue. Kembali hal bodoh pun terulang gue lakukan dan hal-hal bodoh lainnya pun terulang keesokan harinya.

Kali ini gue boleh sedikit bernafas lega karena untuk saat itu bukan gue yang melakukan hal bodoh itu, melainkan seseorang yang entah bisa dikatakan teman atau bukan. Gak seperti biasanya dosen ngadain quiz dengan soal yang udah dibuat sama mahasiswa/i-nya sendiri dan ditukar secara acak kepada mahasiswaa /i lainnya. Quiz berjalan lancar sampai akhirnya tiba waktu pengoreksian oleh si pembuat soal itu sendiri, tiba-tiba seorang teman bilang "bu, kertas punya saya belom dapet." dosen: "nama kamu siapa? ayo siapa yang meriksa punya dia?" seketika kelas hening, hanya mata yang bergerak ke sekitar mencari siapa pelakunya. Beberapa menit berlalu tapi belom ketemu juga, padahal cuma selembar kertas, dosen pun mulai ketawa kebingungan, sebenarnya sebagian orang telah mengacu pada suatu sosok yang emang udah dicurigain sampai ada yang nyeletuk dia kali bu (nunjuk ke orang di depannya) dia: "saya punya mawar kok bu bukan punya dia." dosen: "mawarnya mana? ga masuk ya? terus punya kamu dikoreksi siapa?" dia: "minggu kemarin saya ga masuk bu." muti: "apaan, lo masuk kok, lo duduk di samping gue minggu kemarin, gue inget banget." dia: "eh iya saya masuk bu tapi soalnya belom selesai jadi ga saya kumpulin." dosen : "kenapa ga bilang daritadi, kamu sebenernya ga berhak ikut quiz ini. yaudah lupain aja, pasti kertasnya keselip." Hal janggal itu dibiarkan menggantung sampai akhirnya si kribo cerita sama gue kalo dia ngeliat gerakan aneh dari "dia", gue pun cerita sama temen-temen gue dan Inan berhasil memecahkan teka-teki itu. Gak berapa lama ada juga temen yang bilang kalo si "dia" itu sebenernya udah ngerjain soal dan udah tukeran soal sama mawar tapi sayangnya saat itu si mawar ga masuk dan jadilah dia memegang dua soal dan dia lebih memilih kertas itu nampak hilang. Konyol banget emang akhirnya, karena ga ada yang nyangka bakal kejadian kaya gitu, hampir semua cuma mikir kalo itu berhubungan dengan mistis, secara kuliah di atas gunung masih mungkin hal-hal kaya gitu terjadi.

3.10.11

SASING C 2010

Diawali dengan mengucap bismillah saya akan memulai tulisan innn....*aelah lebih amat*
oke oke, setelah sekian lama tidak  meluapkan rasa di situs ini, maka kali ini gue akan meluapkannya kembali. Jadi gini, kan gue kuliah di salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia udah satu tahunan ya.*sombong* Lucunya, meskipun udah satu tahunan kita bersama tapi satu sama lain masih aja kaku, malah mungkin ada yang masih belom kenal sama temen sekelasnya. Gak aneh lah ya, secara dia dateng dan masuk ke kelas buat belajar aja udah alhamdulillah banget. Nah, hal itu lah yang menyebabkan setelah satu tahunan lebih kita baru melakukan sesi foto bersama. *eaaa* Dan ini adalah sebagian dari hasil foto-fotonya,





Udah liat kan? Itulah wajah teman-teman dan sahabat-sahabat sekelas gue. Menurut gue semua jenis orang ada di kelas itu, dari yang pinter tapi nyebelin bawaannya caper mulu, pinter tapi kepinteran dan jadinya rada aneh karena ga ada satu pun yang bisa ngertiin dia (FYI, dia suka nyanyi dan ngomong sendiri dengan nada ga jelas), anak (sok) gaul yang setiap dateng kuliah cuma nampang tangan megang rokok, anak yang suka hal-hal berbau korea (mereka baik dan lucu-lucu loh), anak yang terlalu terpaku sama genk-nya (baju dan style-nya samaan semua), anak yang ditolak oleh beberapa genk, anak yang konyol suka niruin suara sponge bob, anak yang terlalu terobsesi dengan agama (serius gue takut di bom sama dia), anak yang suka banget sama film, anak yang muka tatib tapi hati PK, anak yang labil, anak yang pendiem banget, dan anak yang ga pernah beredar sampe-sampe kalo dia masuk ke kelas sebagian yang lain bilang 'oh, dia masih kuliah ternyata.' Yah itulah kami, suka tidak suka dengan keberadaan satu sama lain harus gue terima dengan senang hati, karena keberagamaan mereka merupakan hiburan ditengah penatnya jadwal perkuliahan.