*terdengar alunan lagu want you to know disertai lampu berwarna ungu yang menyala berkelap-kelip*
Ia hanya menoleh, seakan tau apa yang selanjutnya akan terjadi. Kemudian ia mendekati sumber suara itu dengan raut muka yang datar, lingkaran hitam terlukis jelas di kantung matanya bagaikan mata panda.. "waalaikumsalam, udah, sama tempe penyet, sendiri, di kosan." Ia menjawab pertanyaan disana seperti suara operator telepon yang telah terprogram dengan baik. Sementara di seberang sana terdengar suara lirih wanita paruh baya, suara itu seakan mewakilkan seberapa besar rasa rindunya. Ah, andai saja aku disana, di kota yang penuh dengan lalu-lalang orang ketika jam masuk pabrik dan usai pabrik. Aku pasti sudah bisa menciumnya, memeluknya, menghirup aroma tubuhnya, mendengar ceritanya, dan tidak membiarkannya sendiri. "kamu sendiri? emang temen-temen kamu pada kemana?" kembali suara itu terdengar. " iya, yang lain masih di kampus jadi.." "eh, kaka kamu tuh, ibu capek sama dia, capek bilanginnya, suara ibu sampai parau bicara sama dia, tenggorokan ibu sakit, badan ibu kurus kering, bisa-bisa nanti ibu mati berdiri nih gara-gara dia, dia ada tapi seakan gak pernah ada."
ah, andai saja dia masih ada, masih nampak, masih teraba, masih terendus, masih terdengar, masih sama ketika bibir ini bisa bergerak simetris di wajah semua orang, dan masih..
"eh, kamu masih dengerin kan? eh, yaudah deh kamu istirahat aja, nanti ditelepon lagi." Ia kembali membaringkan badannya di sebuah kasur yang terdapat noda tumpahan air di seprei, menarik bantal, menutupi mukanya, memeluk guling, ya karena hanya itu yang bisa ia peluk saat jauh dari mereka. Eh bapak, apa kabar? Udah lama gak ketemu. Tangan rapuhnya menarik kedua tangan besar dan memeluk erat tubuh gempal itu. Hangat, kehangatan itu masuk melalui pori-pori tubuhnya, meresap sampai ke dalam hati. Oh iya kenalin, dia selalu nemenin aku, dia baik, dia selalu ngelindungin aku, dia selalu buat aku tertawa, sama seperti yang selalu bapak lakukan.
*Want you to know you make me happy~* "hmm, hallo." "eh kamu lagi tidur ya, yaudah lanjutin lagi aja tidurnya, ibu cuma iseng." tut-tut-tut~
Ia terbangun masih dengan raut muka yang sama dan mengingat kejadiaan yang baru saja ia alami,tadi aku bertemu dengan dua pria, keduanya sangat aku sayangi, dimana satu diantara mereka telah diambil oleh pemilik-Nya dan satunya lagi akan segera diberikan oleh pemilik-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar