terang BEndeRANG..
pernah pada suatu siang yang terang, ia berang. entah karena ia silau dengan sinar si bintang besar di langit sana, atau karena ada bintang lain yang membuatnya tak sanggup membuka mata untuk melewati hari ini. ia hanya sanggup menutup matanya, di mana dalam setiap pejaman matanya menitih setetes air. entahlah, siang yang terang itu ternyata mendung untuk langitnya. ya! karena langitnya dan langit mereka berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar