dede, bapak bawa makanan buat kamu.
matahari mulai berjalan ke barat diiringi sekumpulan awan hitam dan rintik air yang turun darinya, ia masih terpaku di depan sebuah layar, dan sedari tadi tangannya tidak lepas menekan-nekan huruf yang tertulis di keyboard. entah apa sebenarnya yang sedang ia lakukan sampai membiarkan bunyi jam berdetik. raut mukanya sulit ditebak, terkadang kedua garis bibirnya bergerak simetris, gigi kuningnya terlihat, dan tak jarang hanya kerutan-kerutan menyerupai gambar ombak di dahi yang terlihat.
jarinya yang kasar terlihat tengah memilih huruf-huruf di keyboard, entah apa sebenarnya yang ingin ia tulis. matanya melirik ke plafon, mungkin ia berharap ada seekor cicak yang akan memberitahunya untuk menuliskan apa. yang ia tau 26 alfabet disana tidak bisa menemukan apa yang ia maksud.
telunjuknya menggerakkan kursor mengarah ke sebuah link berlambangkan 'f ', matanya bergerak ke kanan-kiri dan kemudian atas dan bawah, entah apa yang ia cari. setelah itu telunjuknya mengarah kesebuah tempat yang tepat berada disamping bola dunia, beberapa huruf ia tekan sehingga ada beberapa huruf yang muncul di tempat itu, Suryadi. matanya kembali bergerak ke kiri-kanan dan atas bawah. rautnya seakan berharap disamping bola dunia tersebut ia menemukan apa yang ia cari, entahlah, mungkin maksud dia sebenarnya ingin mendapatkan suatu hal dari bola dunia tersebut.
ya, bola dunia tersebut bisa memberikannya banyak hal, berupa kabar, foto, dan berbagai hal lainnya, tapi ia tidak pernah mendapatkan kabar dari kata yang selalu ia pilih untuk muncul di samping bola dunia tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar